Selasa, 05 Agustus 2014

NGOBROL DI TULISAN, "RAPAT"

"Selamat malam semuanya, semoga sehat semua." "Bagaimana semua birokrasi, aman?" "Aman." "Silakan Menteri Perhubungan dan Menteri Birokrasi membacakan hasil keputusannya." "Baik, mohon maaf sebelumnya." 
"Yang Terhormat, Presiden Hati Sanubari dan Wakil Presiden Akal Sehat."
"Yang Terhormat, semua jajaran Birokrasi Jasadiyah yang hadir dalam kesempatan rapat hari ini, tanggal 05 Agustus 2014, untuk membahas kinerja Lima Tahun kedepan, 'RAKERMAS' - Rapat Kerja Manusia." 

Dari Habib Luthfi:
( http://chirpstory.com/li/222572 )
















Kemudian dari Tulisan Emha Ainun Nadjib:

( http://www.caknun.com/2014/demokrasi-dan-egomania/ )

Untuk penulisan dari penulis menyusul, entar kalo asal nulis kesimpulan dimarahi sama ahlinya, hehe. SELAMAT MEMBACA.

Minggu, 22 Juni 2014

FIRASAT DAN FILSAFAT

ilustrasi *
 
Anak-anak itu (yang penulis lihat saat mengikuti pengajian khataman di TPQ) berpidato dengan memulai salam fasih, menghafal kalimat yang disampaikan. Penonton ada yang tertawa, berbisik-bisik, dan terpukau. Tiba-tiba si anak tolah-toleh, naruh mix langsung kabur tanpa salam, tanpa merasa bersalah dan ngeluyur 'ngelendot' (pergi ke pelukan ibu - indo red) karena malu lupa teks. Berbeda di jalan, semua berjalan - baik pakai kaki, pakai ban, pakai mesin, pakai air, pakai akal, pakai media sosial, dst - mencari atau menikmati apa-apa yang ada dan dapat diterima oleh alat penerima dalam diri makhluk.

"Jangan mengadukan duka pada duka, apalagi membingungkan si bingung yang sedang bingung."
 kataku ku kata katamu kata kita kamu dan aku
ingin bahagia dunia sampai sana alam baka
bercinta menelanjangi dusta
ciuman kejujuran yang merangsang
bisikkan rayu pada rahayu
menusuk yang harusnya ditusuk
menekan dengan kelembutan pasti
berbuah rindu
mengandung gelora impian cita
melahirkan kasih sayang
kataku ku kata katamu kata kita kamu dan aku
ingin bahagia dunia sampai sana alam baka
 
"Alam Mimpi." 
 
ilustrasi **

Benar-benar sendiri malam ini, berkawan "tanda tanya" darimu. selamat pagi... maaf malam. Benar-benar berkawan malam ini, sendiri bercumbu "tanda tanya" darimu. Selamat kawan... Engkau hmmm.... Menikmati santap "pagi", mengikutimu wahai "kakasih" kami, bercengkrama dengan senyumu. Semu semua, kecuali yang tidak semu. Semoga sehat sentausa engkau wahai kekasih para kekasih dalam "manja"-Nya pemberi nikmat semua kenikmatan. sendirikah kau?
  
"Lirik matanya terketik dalam lirik lagu nirwana terlukis bias kuas siluman menari dalam akal semakin dalam menyelusuri lorong-lorong hati."
 sahabatku,
kumulai takut dengan diriku sendiri
sendi tempat kita beradu mulai mengendur
canda cairan tuk mencairkan suasana jauh disana
kau suka tekstual sedang aku suka substansi
itu tidak berarti lantas aku benci tekstual
sebab faktanya aku ngeri dengan anyir darah
meskipun darah mengaliri tubuh kurus dengan iklasnya
aku jijik dengan tahi padahal kita memproduksinya
tidak seharusnya semua kejujuran itu mesti divisualkan
Tuhan pun rela dan bersabar akan kebusukan kita
dengan menyembunyikannya tanpa bunyi
hingga kita menyucikannya
"Salam Kasihku, Untukmu"

Takbir bir bir mabuk mabuk alam dalam KEBESARANMU wahai... maksud TAKBIR kami, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu.
Jangan Engkau hancurkan dunia fana ini ya #Allah dengan murkaMu, takbir semua makhlukMu sudah meluluh ratakan kami.

Kami mau berpura-pura mengeluarkan tangispun, Engkau menghibur kami dengan kedamaian atas penciptaan saudara-saudara untuk kami yang HAMPA.
Limpahkan kasih sayangMu pada mereka para pewaris ilmu Muhammad-Mu ya Rabb.... cahaya penyebar damai alam semesta. #Allahu_Akbar.

Kasihani kedua orang tua kami, sebab kami tak mampu membalasnya, Laailaaha illaLlahu Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillaahil hamd
Khususnya, mereka para guru-guru kami. harumkan air mata mereka dengan bau-bau surgaMu. Allahu Akbar wa lillaahil hamd,

Selamatkan para pemimpin kami dari murkaMu dan kejahatan makhlukMu, ampuni kami semua. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Jika takbir alam ini pengganti amin amin harapan kami, Engkaulah Yang Maha Mencukupi kebutuhan alam. #AllahuAkbar #AllahuAkbar #AllahuAkbar. (Wonosobo, 1 syawal 1434/8 Agustus 2013)


ilustrasi ***

Sedikit Rangkum OL



22 Juni 2014/23 Ruwah 1947/24 Sya'ban 1435

Rabu, 19 Maret 2014

JALAN

jalan Wonosobo-Purworejo sudah jadi,
 pemandangan tanah merah (Lemah Abang) dipinggirnya.
 Pertama lewat dulu pas Lebaran setelah Ramadhan.
 asyik
berarti udah kembali lagi di pondok, rajab kemarin sampai sekarang.

Rabu, 05 Maret 2014

Iriku Belum Irimu



Iriku Belum Irimu
Oleh: Legiran

Malam setelah deras mengguyur desa kami, suasana dingin angin laut mengantarkan melodi ombak pantai selatan, membuyarkan kesunyian malam itu. Sekitar pukul sebelas malam, rumah Mbah Lasmi tampak sepi, hanya tinggal cucu laki-lakinya, Paijo, yang belum tidur. Ia adalah pemuda tanggung yang belum menyelesaikan kuliahnya dan berkunjung ke Desa Jati manakala boring di kos-kosan kota metropolitan tempatnya bersama teman-teman yang sama-sama lain kota. “Jo… turu, wis mbengi!” – jo, tidur, udah malam – lirih suara simbahnya mengganggu lamunannya. “urung ngantuk, mbah…” – belum ngantuk, mbah – balasnya. Biasanya jam segitu ia masih asik bercanda dengan teman satu kos atau nonton film di laptop.
 Sambil menghisap rokok kreteknya, tanpa suara manusia, bunyi-bunyian binatang malam menambah merdu. “jam segini sudah tidur. Ntar jam empat bangun untuk melakukan rutinitas biasanya.” Membayangkan rutinitas kampungnya. Ada yang ke pasar pagi-pagi buta sehabis subuh, dan ada yang sebelumnya. Mereka menbawa hasil panenan dari sawah untuk dijual ke pasar. Yang TK, SD, SMA/K, sudah ada yang siap-siap berangkat sekolah. Mereka yang tidak naik sepeda motor atau ontel, biasa menunggu minibus di depan rumah masing-masing. Sedangkan yang rumahnya tidak di pinggir jalan aspal, jalan sebentar sampai pinggir jalan. Yang naik ontel atau sepeda motor nanti jam setengah tujuhan berangkat bersama kelompoknya masing-masing. Begitu juga yang menjadi guru dan pegawai.
Dan yang pergi ke sawah, biasa jam setengah enam sebelum matahari muncul sudah berangkat. Ada yang merumput, irigasi, mencangkul, memanen, menyemprot, dan lain-lain sesuai dengan sawah yang mereka punya. Dan Paijo sendiri, sambil bermalas-malasan bangun dari tidurnya – biasa tidur di sofa ruang tamu – melihat adik sepupunya, Tini, yang baru kelas empat SD sedang asik dengan acara anak-anak di pagi hari. Apa saja kartun yang ada di tivi dia hafal – padahal acaranya ya mengulang-ulang. Sambil sarapan ditemani kartun favoritnya, entah apa namanya, aku malas menghafalnya. “sini, lihat berita!” pintaku. “mbah… Kang Paijo nakal.” Jurus andalannya jika aku menggodanya. “jo… ojo diganggu, ndak reang.” – jo, jangan diganggu, nanti ribut.” Biasa suara simbahnya melerai dari dapur. Hebatnya Tini ini adalah, sudah tahu kebiasaan sepupunya itu, kalau ditinggal pasti dipindah acara tivinya, maka ia sering membawa ramote control­-nya atau menyembunyikannya.
“aaaaaaaaaaaaach, endi remote.” – aaaach, mana remotnya? – Ia merengek sambil pura-pura nangis biar tampak aku mengganggunya. Kemudian biasa, simbah sebagai penengah. Karena terbiasa seperti itu, kadang aku mendahuluinya, “mbah… Tini nakal!” sambil melet. “enggak, mbah. Kang Paijo seng nakal.” Belanya. “hahaha…” tawaku. “lah… nangis wae!” balik ia yang kena semprot Mbah Lasmi. Ups, langsung diam ia. Kalau ia nangis, “Mbah… Tini nangis.” Langsung berhenti ia, takut diomelin. Jam enam ia pergi ke sekolah meninggalkan Paijo yang masih bermalas-malasan di depan tivi. “mbok rono nyapu-nyapu, terus adus, cuci klambine sisan, lan sarapan.” Komando simbah pada Paijo. “bocah kok klemprak-klempruk wae kerjaane. La wong aku yo wes ngemek opo-opo seng keno diemek.” Dengan semangatnya memamerkan kehebatan seorang yang berumur tujuh puluhan. Seperti robot, aku berjalan mengerjakan apa yang diperintahkan. Paman Rejo pulang dari sawah, mendekatiku yang sedang sarapan,“simbah itu tidak suka melihat orang yang nganggur. Usahakan kerjakan apa saja yang bisa dikerjakan. Jangan sampai nganggur.” Sarannya.
 Begitulah, semua pelajaran filosofis, sosiologis, teologis, matematika, bahasa asing, rumus ini-itu, doktrin aliran ini-itu, tidak berlaku dan kaku jika sudah berhadapan dengan simbah satu ini. Mau bantah apa coba, kinerjanya kalah langkah. Paijo yang sok intelek jika berkumpul dengan teman-teman, bisa ngoceh apa aja dengan gaya sok tahunya itu sebab buku-buku bacaan. “Hmm, kenapa aku yang muda bisa kalah dengan beliau ya?” padahal, beliau hanyalah orang tua renta yang tidak sekolah tinggi. Aku ‘kan anak kuliahan. Kenapa tubuh ini seperti lamban geraknya. Padahal, jika diamati gerak beliau begitu lamban namun, jika kita bersama melakukan pekerjaan yang sama, seakan-akan ‘dimensi waktu’ dan ‘dimensi tenaga’ ada jarak yang mengikat. Ada istilah, “pelan tapi pasti” dan kita, “boros tenaga.” Asupan makanan dengan energi yang dikeluarkan tidak seimbang; Sedangkan beliau memakan makanan dengan porsi sedikit dan energi terpakai maksimal. Ini jika dilihat dari rutinitas harian beliau dibandingkan dengan aku yang menyesuaikannya.

Kalibeber, 05 Maret 2014

Senin, 27 Januari 2014

PUISI-PUISIAN

Assalamu'alaikum, Langit, Laut, Awan, Hujan, Bumi, Angin.... dan semua yang sedang berproses.
kalian jangan menertawakan kami ya.... biarlah kami menertawakan diri kami dan kita saling menertawakan antar sesama manusia.
ssssttt.... kalian tahu tidak, masak hujan dikira tangis langit. aku tahu kalian tidak cengeng dalam tugas.
dan kalian bukan makhluk pelupa kan? hahahaha... boleh aku tertawa bersama kalian? buat menghibur hatiku yang merindu entah pada siapa
jangan marah ya.... salam buat Matahari, Bintang, dan Bulan yang sedang tidak tampak malam ini.
yang menghibur kalian siapa sih? yang ngajarin ramah ke kalian siapa sih? harmonis sekali kalian. pakai Sistem Pemerintahan ya?
kasih bocoran dong.... Belajar Politiknya di Universitas mana? Nama Dosen Tata Pemerintahan-nya siapa? ada pelajaran korupsi tidak?
satu lagi, ajarin aku merayu si dia dong! pleace.... makasih, maaf udah kayak mewancarai. good night-morning-day-afternoon...

27 Januari 2014

Senin, 06 Januari 2014

RINDU KITA

ya Tuhan, 
kami berlindung padaMu dari sifat sombong, dengki, dan sifat-sifat lainnya yang dapat menjauhkan kami denganMu. 
Bimbinglah kami agar dapat memesrai semua makhluk ciptaanMu. 
Ampuni kami.
Engkaulah Tuhan semesta alam.


Wonosobo ,06 Januari 2014

Jumat, 20 Desember 2013

Anak Pemalu



Anak Pemalu
Oleh: Legiran 

Mengamati anak kecil yang malu-malu kalo mau ketemu, biar gak malu diapakan ya? padahal jauh-jauh datang untuk pingin ketemu? dipaksa masuk tapi gak mau. Sebut saja namanya Si Udin, anak yatim piatu yang ‘harus’ dan ‘rela’ bertahan di SD di luar kota kelahirannya – ditempatkan di asrama bersama teman-temannya yang senasib. Karakter anak ini adalah ‘nekat’, padahal umurnya sekitar 9 tahun, hmm. Dia itu adik angkat dari temanku yang kemaren baru saja wisuda di UIN Kalijaga Yogya, fakultas siyasyah. Sorot mata yang ‘liar’ dan ‘manja’ mencari teman atau tempat berlabuh, meskipun hanya ditemani duduk-duduk sambil nanya apa saja yang membuatnya enjoy dari “tekanan batin”.
Penilaianku, dia lebih ‘tabah’ daripada saya yang dikit-dikit ‘galau’, meskipun harus menahan ‘tangis’ saat dihadapan saya. Saya hanya bilang, kalo mau nangis jangan kesini, masak cowok cengeng? Godaku. Padahal dalam hal ini, saya lah yang ‘paling cengeng’ jika bertemu orang tua yang hati ini sudah terpaut padanya – merasa nyaman jika disamping beliau. Namun, saya nggak ingin dia seperti itu. Nekatnya, dia itu berani berbohong pada saya, meskipun saya tahu kalo dia bohong, tapi pura-pura nggak tahu. Ditanya, “lapar?” jawabnya ‘geleng’ – penegasan enggak. “Ada perlu apa?” kejarku. “pingin sms mas suci.” Jawabnya malu-malu. Hari ini dia benar-benar malu-semalu-malunya, hanya datang di depan kamar lalu mondar-mandir sambil ngelakuin apa saja “basa-basi” menahan entah “kata apa” yang sedang disembunyikan.
Jadi, itulah saya yang “kalah di dunia nyata” hampir senasib, maaf sahabat kecilku atas keterbatasan diri ini. Semoga Allah Sang Pengayom hambaNya selalu menyayangimu, mengasihimu, membimbingmu, hingga bisa tentram hidupmu. Aaamiin ya Allah, ya Mujibasaa iliin… salam sejahtera semoga selalu untuknya, kekasih para kekasih, cahaya alamMu, Muhammad saw. ampuni kami ya Allah, 

Wonosobo, 04 Oktober 2013