27 Januari 2014
"Sabar & Syukur adalah sayap untuk terbang di dunia." omong kosong untuk telinga yang kosong. coretan besar untuk menambah koleksi mata sayu. (mohon maaf jika ada salah dalam penulisan -- khususnya yang bersangkutan --, baik yang sengaja ataupun yang tersengaja)
Senin, 27 Januari 2014
PUISI-PUISIAN
Senin, 06 Januari 2014
RINDU KITA
ya Tuhan,
kami berlindung padaMu dari sifat sombong, dengki, dan sifat-sifat lainnya yang dapat menjauhkan kami denganMu.
Bimbinglah kami agar dapat memesrai semua makhluk ciptaanMu.
Ampuni kami.
Engkaulah Tuhan semesta alam.
Wonosobo ,06 Januari 2014
Jumat, 20 Desember 2013
Anak Pemalu
Anak Pemalu
Oleh: Legiran
Mengamati anak kecil yang
malu-malu kalo mau ketemu, biar gak malu diapakan ya? padahal jauh-jauh datang
untuk pingin ketemu? dipaksa masuk tapi gak mau. Sebut saja namanya Si Udin,
anak yatim piatu yang ‘harus’ dan ‘rela’ bertahan di SD di luar kota
kelahirannya – ditempatkan di asrama bersama teman-temannya yang senasib.
Karakter anak ini adalah ‘nekat’, padahal umurnya sekitar 9 tahun, hmm. Dia itu
adik angkat dari temanku yang kemaren baru saja wisuda di UIN Kalijaga Yogya,
fakultas siyasyah. Sorot mata yang ‘liar’ dan ‘manja’ mencari teman atau tempat
berlabuh, meskipun hanya ditemani duduk-duduk sambil nanya apa saja yang
membuatnya enjoy dari “tekanan batin”.
Penilaianku, dia lebih
‘tabah’ daripada saya yang dikit-dikit ‘galau’, meskipun harus menahan ‘tangis’
saat dihadapan saya. Saya hanya bilang, kalo mau nangis jangan kesini, masak
cowok cengeng? Godaku. Padahal dalam hal ini, saya lah yang ‘paling cengeng’
jika bertemu orang tua yang hati ini sudah terpaut padanya – merasa nyaman jika
disamping beliau. Namun, saya nggak ingin dia seperti itu. Nekatnya, dia itu
berani berbohong pada saya, meskipun saya tahu kalo dia bohong, tapi pura-pura
nggak tahu. Ditanya, “lapar?” jawabnya ‘geleng’ – penegasan enggak. “Ada perlu
apa?” kejarku. “pingin sms mas suci.” Jawabnya malu-malu. Hari ini dia
benar-benar malu-semalu-malunya, hanya datang di depan kamar lalu mondar-mandir
sambil ngelakuin apa saja “basa-basi” menahan entah “kata apa” yang sedang
disembunyikan.
Jadi, itulah saya yang
“kalah di dunia nyata” hampir senasib, maaf sahabat kecilku atas keterbatasan
diri ini. Semoga Allah Sang Pengayom hambaNya selalu menyayangimu, mengasihimu,
membimbingmu, hingga bisa tentram hidupmu. Aaamiin ya Allah, ya Mujibasaa
iliin… salam sejahtera semoga selalu untuknya, kekasih para kekasih, cahaya
alamMu, Muhammad saw. ampuni kami ya Allah,
Wonosobo, 04
Oktober 2013
Kamis, 28 November 2013
Jika Kata Bukan Nama
Ya Istiqomah, ya Hasanah, sulit banget aku menggodamu.
Hahaha, wajar lah...kau kan cantik,
Ku berusaha tuk tak putus asa mendapatkanmu.
Jandamu aku tunggu, karna aku terpesona kecantikanmu, serius !!!
Ya Fathonah yang imut dan menarik, cobalah jelaskan pada teman2 kalo aku juga cinta kamu !!!
Hahaha
Ya Uswatun Hasanah, oh cintaku. . .
kamu juga boleh kok jelasin pada mereka. Kita ingin poligami. . . .
Ya Sidiq, ya Tabligh. . .kasih tau dong mereka, kalo si Amanah itu selingkuhanku !!!
Kasihan. . .ada cemburu. . . .
Khusnul Khotimah. . .sayang. . .kok diam aja sih !?
Santai. . .kamu tetep kok cinta matiku, sampai mati deh !!!
Pak Syafa'at kelak mau dong jadi penghulu dalam ijab qobul aku & Khusnul Khotimah.
Saksinya entar para kekasih yang terkasih. Maharnya. . .yg penting pantas.
Biarin lah Mbak Jannah & para Bidadarinya cemburu. Hehehe
AKU TIDAK TAHU.
Aku tak tahu. . .
Berlandaskan Quran atau mengenal Quran ?
Langkahku jauh darinya.
Nalarku kosong tidak jelas.
Rahmatal lil 'alamin apa artinya dan yang seperti apa ?
Bangunan megah di pelataran sawah.
Mengais-ngais sisa tafsir pendahulu.
Benturan peradaban melelahkan badan.
Ku letakkan dimana Quranku ?
Akal, jiwa, atau amalku ?
Kepala, badan, kaki, atau tanganku ?
Dan siapa aku dalam Quranku ?
Muslim, yahudi, nasrani, ataukah kafir aku ?
UNSIQ-ku, jangan bersedih !
Meskipun berat ku memanggulmu, Tambah beban ideologi zaman.
Semampuku, meskipun sadar aku tak mampu.
Terlalu agung cahayamu untuk jiwa si kerdil ini.
Hmm. . .
Aku tak tahu, Tuhanku. . .
UNSIQ-ku aku letakkan dimana.
Aku lupa.
Senin, 18 November 2013
Fantasi Visualitas
Fantasi Visualitas
Oleh: Legiran
Sudah lama kita berbicara tentang ‘fantasi’ dan ‘visual’ yang beda
dalam arti maupun pemahaman, jelas. Namun,
dengan fantasi yang dilakukan oleh akal, dapat memaparkan visualitas-visualitas
yang kadang jarang dapat divisualkan. Sedangkan visual, yang benar-benar nampak
oleh indera penglihat, baik berbentuk gambar, cahaya, fatamorgana, dll – coba
yang di dunia pemotretan atau perfilman ditanyakan arti sebenarnya tantang ini.
Karena memang tidak mampu manusia menvisualkan semua yang terlihat, kalaupun
mampu, saya rasa tidak sesempurna aslinya, namun bisa mewakilkan untuk
menjelaskan pendeskripsiannya.
Fantasi juga hampir mendekati ‘angan-angan’, ‘cita-cita’, ‘tindakan’,
yang belum terjadi – malah bisa menjadi pengertian “visi misi”. Contoh, pelaku
kejahatan itu berfantasi mendapatkan uang dan senapan di kantor polisi – jika belum
dimasukan ke dalam niat dan maksud, serta dilanjutkan ‘perencanaan’, hal
tersebut belum dikenakan ‘pasal-pasal’. Begitu juga dengan fantasi penulis,
ingin memacarin si AU – sudah ada dalam gambaran, sampai tidur pun ngelindur
dan memimpikan – kemudian udah dimasukan ke niat dan maksud plus rencana
sederhana, meskipun belum kongkrit dan belum terjadi (menikah atau dinikahkan).
Namun, jika ‘dipasalkan’ dan ‘dituntut’ sudah bisa. Dengan bukti, “tertulis”
dan “aduan” para “saksi cinta”. Hehe
Jika hal itu sampai terjadi, “dunia per-film-an” yang semua berfantasi
jahat-jahat bisa kena pasal juga, meskipun sudah ada pasal yang mengatur tentang
kebebasan “dunia pers dan film”. Karena, secara tidak langsung sudah menjadi “visualitas
kriminal” yang berdampak pada “pola pikir jahat” oleh yang tidak mampu
mengontrol, bukan. Dan masalah semacam itu sudah dari dulu, baik kriminalitas,
asusila, dll – jangan diganti kirik-sila yo!!!. Sampai-sampai tayangan “Tom
& Jerry” pun kena sanksi lho… kan mengajari anak-anak pukul-pukulan – udah dari
dulu lho dibahas, aduh ‘telat’ nih tulisannya. Sampai ada demo besar-besaran
untuk masalah itu, aku dimana? Makanya, buat film itu jangan dilihatkan atau
divisualkan yang jeleknya aja, yang baik-baik juga ada, itu pasti. Meskipun jeleknya
sedikit, itu kadang yang menjadi guru penjahat. Hmm…
Yang kadang dan sering, “kok bisa ya?” adalah kata ‘heran’ yang
mesti saya lakukan. Maklum lah, hanya hidup monoton plus nonton, jadi gak
pinter motorik. Wah, harus siap-siap buat surat balasan nih, kalo-kalo AU
(Amalia Ulfah) menggugat aku dan melaporkan pada orang tuanya. Dengan gugatan
berlapis baja, 1. Mencintai tanpa sebab; 2. Kangen gak tahu diri; 3. Pencemaran
limbah hati; 4. Provokator akal plus; 5. Menyingkat nama tanpa izin lengkap; 6.
dll
November 19, 2013
Selasa, 15 Oktober 2013
KAU
............
kamu tuh aduh duh duh duh
kusebut namamu lebih dari satu kali
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
ku menggoda makhluk yang satu itu
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
ku malas nulis cuma alasan hanya ini
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
"gak penting" i'm thinking think king queen
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
kusebut namamu lebih dari satu kali
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
ku menggoda makhluk yang satu itu
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
ku malas nulis cuma alasan hanya ini
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
kamu tuh aduh duh duh duh
"gak penting" i'm thinking think king queen
Kangen AU AU AU AU AU AU AU AU KAU
Negeri Singkatan, 15 Oktober 2013
Langganan:
Postingan (Atom)